Seoul, Korea Selatan — Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Bengkulu memperkuat jejaring akademik internasional melalui kegiatan Visiting Professor bertema “The Effective and Fun Indonesian Language Learning Methods for Foreign Speakers”. Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan Department of Malay-Indonesian Studies, Hankuk University of Foreign Studies (HUFS), Korea Selatan, pada 16 Mei 2024, pukul 13.00–17.00, di International Conference Hall, Hankuk University of Foreign Studies.
Kegiatan Visiting Professor ini menjadi salah satu bentuk implementasi kerja sama akademik internasional dalam pengembangan pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Selain menjadi forum berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai pembelajaran bahasa Indonesia, kegiatan tersebut juga membuka ruang kolaborasi antara akademisi Universitas Bengkulu dan Hankuk University of Foreign Studies dalam bidang pendidikan, bahasa, budaya, penelitian, dan pengembangan program BIPA.

Suasana kegiatan Visiting Professor bertema “The Effective and Fun Indonesian Language Learning Methods for Foreign Speakers” di Hankuk University of Foreign Studies, Korea Selatan.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Prof. Myengkyo Seo, Ph.D., selaku Head of Department of Malay-Indonesian Studies, Hankuk University of Foreign Studies. Kegiatan ini menjadi momentum akademik untuk memperkuat hubungan dan pertukaran pengetahuan antara akademisi Korea Selatan dan Indonesia, terutama berkaitan dengan pengembangan pembelajaran bahasa Indonesia bagi mahasiswa dan penutur asing di Korea Selatan.
Kegiatan menghadirkan tujuh narasumber dari Hankuk University of Foreign Studies dan Universitas Bengkulu, yaitu Prof. Myengkyo Seo, Ph.D.; Dr. Agus Trianto, M.Pd.; Kim Suzzie, M.S.; Dr. Noermanzah, M.Pd.; Lee Eun Kyung, M.S.; Dr. Nafri Yanti, M.Pd.; dan Dr. Agus Sulaeman, M.Pd. Para narasumber menyampaikan perspektif dan pengalaman mengenai berbagai strategi pembelajaran bahasa Indonesia yang efektif, komunikatif, kontekstual, dan menyenangkan bagi penutur asing.

Pemaparan materi pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) dalam kegiatan Visiting Professor di HUFS.
Materi yang disampaikan tidak hanya menempatkan pembelajaran bahasa Indonesia sebagai proses penguasaan struktur dan kosakata, tetapi juga sebagai proses membangun kemampuan berkomunikasi dalam konteks nyata. Pembelajaran BIPA perlu memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada pemelajar untuk menggunakan bahasa Indonesia secara aktif melalui aktivitas menyimak, berbicara, membaca, memirsa, menulis, dan mempresentasikan gagasan.
Aspek menyenangkan dalam pembelajaran juga mendapat perhatian dalam kegiatan tersebut. Pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing perlu dirancang dengan memanfaatkan materi autentik, permainan bahasa, media digital dan multimodal, diskusi, simulasi, serta berbagai aktivitas kolaboratif. Pendekatan tersebut memungkinkan mahasiswa belajar bahasa Indonesia tidak hanya melalui penjelasan teoretis, tetapi juga melalui pengalaman menggunakan bahasa secara langsung.

Interaksi akademik dan penyerahan bahan ajar dalam rangkaian kegiatan Visiting Professor.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan melibatkan mahasiswa dalam berbagai aktivitas pembelajaran. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan mahasiswa selama pemaparan materi, diskusi, dan aktivitas kelas. Penggunaan teknologi dan media pembelajaran juga menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pembelajaran BIPA yang lebih adaptif dengan karakteristik generasi pembelajar saat ini.
Selain aspek kebahasaan, pembelajaran BIPA juga diarahkan pada pengenalan budaya Indonesia. Bahasa dan budaya merupakan dua unsur yang saling berkaitan sehingga pemelajar asing perlu memperoleh pengalaman belajar yang membantu mereka memahami penggunaan bahasa dalam konteks sosial dan budaya Indonesia. Materi budaya dapat diintegrasikan melalui teks, sastra, seni, kuliner, tradisi, pariwisata, maupun berbagai kekayaan budaya lokal Indonesia.

Pengenalan bahasa, sastra, dan budaya Indonesia menjadi bagian penting dalam pembelajaran BIPA.
Kegiatan Visiting Professor ini sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi internasional dalam pengembangan BIPA. Pertemuan akademisi kedua perguruan tinggi memberikan ruang untuk saling bertukar pengalaman mengenai karakteristik pemelajar Korea Selatan, metode pembelajaran bahasa asing, pemanfaatan teknologi, serta strategi mengenalkan bahasa dan budaya Indonesia secara lebih menarik kepada masyarakat internasional.

Dokumentasi bersama narasumber dari Universitas Bengkulu dan Hankuk University of Foreign Studies.
Tidak hanya berlangsung dalam bentuk penyampaian materi di kelas, kegiatan juga dilanjutkan dengan diskusi akademik antara dosen Universitas Bengkulu dan dosen Department of Malay-Indonesian Studies HUFS. Diskusi tersebut membahas peluang pengembangan kerja sama akademik yang lebih luas, terutama dalam bidang pembelajaran BIPA, penelitian kolaboratif, pengembangan bahan ajar, pertukaran pengetahuan, dan kegiatan akademik internasional lainnya.

Diskusi akademik antara dosen Universitas Bengkulu dan Hankuk University of Foreign Studies sebagai bagian dari penguatan kerja sama internasional.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Bengkulu diharapkan semakin memperluas rekognisi dan jejaring akademiknya pada tingkat internasional. Kolaborasi dengan Hankuk University of Foreign Studies juga menjadi sarana strategis untuk mendukung internasionalisasi bahasa Indonesia sekaligus meningkatkan kontribusi perguruan tinggi dalam memperkenalkan bahasa, sastra, dan budaya Indonesia kepada masyarakat dunia.
Kegiatan ditutup dengan dokumentasi bersama dan penguatan komitmen untuk melanjutkan kolaborasi akademik antara kedua institusi. Kehadiran akademisi Universitas Bengkulu di Hankuk University of Foreign Studies diharapkan tidak berhenti pada kegiatan Visiting Professor, tetapi berkembang menjadi berbagai kegiatan kolaboratif yang berkelanjutan dalam bidang pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, pengembangan BIPA, serta pertukaran akademik.

Foto bersama akademisi Universitas Bengkulu dan Hankuk University of Foreign Studies dalam rangkaian kegiatan Visiting Professor.
