Makassar, Jumat, 7 Agustus 2026, Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Bengkulu (UNIB) melaksanakan kegiatan Lecturer Mobility di Program Studi Magister (S-2) Pendidikan Bahasa, Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar (UNM), Jumat, 7 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pertemuan Lantai 2, Gedung Pascasarjana Universitas Negeri Makassar tersebut menghadirkan Dr. Agus Trianto, M.Pd. dan Dr. Noermanzah, S.Pd., M.Pd. sebagai dosen tamu serta diikuti oleh dosen dan mahasiswa.
Kegiatan Lecturer Mobility ini menjadi bagian dari penguatan kerja sama akademik antara Universitas Bengkulu dan Universitas Negeri Makassar. Selain menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman antardosen, kegiatan ini juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh wawasan langsung mengenai dua isu penting dalam pendidikan bahasa, yaitu penyusunan buku ajar berbasis literasi dan pengembangan kurikulum program studi berbasis Outcome-Based Education (OBE).

Foto 1. Narasumber bersama pimpinan, dosen, mahasiswa, dan peserta kegiatan Lecturer Mobility Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Bengkulu di Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar, Jumat, 7 Agustus 2026.
Kegiatan diawali dengan sambutan Dekan Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar, Prof. Dr. Anshari, M.Hum., dilanjutkan dengan sambutan Koordinator Program Studi Magister (S-2) Pendidikan Bahasa, Dr. Usman, S.Pd., M.Pd. Kegiatan Lecturer Mobility menjadi momentum untuk memperkuat interaksi akademik antarlembaga sekaligus membuka ruang pengembangan kolaborasi yang lebih luas dalam bidang pendidikan, penelitian, pengembangan kurikulum, bahan ajar, dan publikasi ilmiah.
Agus Trianto Berbagi Praktik Penyusunan Buku Ajar Berbasis Literasi
Memasuki sesi akademik, materi pertama disampaikan oleh Dr. Agus Trianto, M.Pd. dengan topik “Penyusunan Buku Ajar Berbasis Literasi.” Dalam pemaparannya, Agus Trianto menekankan bahwa buku ajar tidak seharusnya hanya menjadi kumpulan materi atau informasi yang harus dikuasai peserta didik. Buku ajar perlu dirancang sebagai perangkat pembelajaran yang mampu mengembangkan kemampuan berpikir dan berbahasa melalui berbagai aktivitas literasi.

Foto 2. Dr. Agus Trianto, M.Pd. menyampaikan materi “Penyusunan Buku Ajar Berbasis Literasi” kepada dosen dan mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Universitas Negeri Makassar.
Pengembangan buku ajar berbasis literasi perlu memperhatikan keterpaduan antara tujuan pembelajaran, substansi materi, aktivitas pembelajaran, sumber belajar, dan asesmen. Dengan rancangan tersebut, mahasiswa atau peserta didik tidak hanya diarahkan untuk memperoleh pengetahuan, tetapi juga menggunakan pengetahuan tersebut dalam aktivitas memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, hingga menghasilkan gagasan atau karya.

Foto 3. Suasana penyampaian materi oleh Dr. Agus Trianto, M.Pd. dalam sesi kuliah tamu tentang penyusunan buku ajar berbasis literasi.
Penyampaian materi berlangsung secara interaktif. Dosen dan mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mendiskusikan berbagai aspek pengembangan buku ajar, termasuk relevansi materi dengan kebutuhan pembelajar, pengorganisasian aktivitas literasi, serta pentingnya menghadirkan pengalaman belajar yang mampu mengembangkan kemampuan berpikir dan berbahasa secara terpadu.
Noermanzah Berbagi Praktik Baik Pengembangan Kurikulum Berbasis OBE
Sesi kedua dilanjutkan oleh Dr. Noermanzah, S.Pd., M.Pd. dengan materi “Pengembangan Kurikulum Program Studi Berbasis Outcome-Based Education (OBE).” Pada sesi ini, Noermanzah berbagi praktik baik pengembangan kurikulum Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia yang berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan.

Foto 4. Dr. Noermanzah, S.Pd., M.Pd. pada sesi berbagi praktik baik penyusunan kurikulum Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia berbasis Outcome-Based Education (OBE).
Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa paradigma OBE menempatkan capaian pembelajaran sebagai titik orientasi dalam perencanaan, pelaksanaan, asesmen, dan evaluasi kurikulum. Oleh karena itu, penyusunan kurikulum membutuhkan keterkaitan yang sistematis antara profil lulusan, Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), bahan kajian, mata kuliah, Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), strategi pembelajaran, dan asesmen.

Foto 5. Dr. Noermanzah, S.Pd., M.Pd. menyampaikan materi pengembangan kurikulum program studi berbasis OBE dalam kegiatan Lecturer Mobility UNIB–UNM.
Penerapan OBE juga perlu diikuti dengan mekanisme evaluasi ketercapaian CPL yang terukur. Data hasil asesmen tidak berhenti sebagai angka capaian, tetapi digunakan sebagai dasar melakukan evaluasi dan Continuous Quality Improvement (CQI). Dengan demikian, pengembangan kurikulum menjadi proses yang berkelanjutan dan responsif terhadap perkembangan keilmuan, kebutuhan mahasiswa, tuntutan dunia kerja, serta masukan pemangku kepentingan.

Foto 6. Dr. Noermanzah, S.Pd., M.Pd. berinteraksi langsung dengan mahasiswa dalam pembahasan implementasi kurikulum berbasis OBE.
Suasana kuliah semakin interaktif ketika pemateri berdialog langsung dengan mahasiswa. Interaksi tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk menghubungkan konsep OBE dengan praktik pengembangan kurikulum dan pembelajaran di perguruan tinggi. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa Lecturer Mobility tidak sekadar menjadi forum penyampaian materi, tetapi juga menjadi ruang diskusi dan pertukaran pengalaman akademik antara dosen dan mahasiswa.
Perkuat Kerja Sama Akademik UNIB dan UNM
Selain pelaksanaan kuliah tamu, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan kelembagaan antara FKIP Universitas Bengkulu dan Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar. Kolaborasi antarlembaga diharapkan dapat terus dikembangkan melalui kegiatan Lecturer Mobility, penelitian bersama, publikasi ilmiah, pengembangan kurikulum dan bahan ajar, pertukaran pengalaman akademik, serta kegiatan tridarma perguruan tinggi lainnya.

Foto 7. Penyerahan plakat dalam rangkaian kegiatan Lecturer Mobility sebagai simbol apresiasi dan penguatan kerja sama akademik antara Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar dan FKIP Universitas Bengkulu.
Pada sesi penutup juga dilakukan penyerahan plakat dan sertifikat sebagai bentuk apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan dan kontribusi dosen tamu. Momentum tersebut sekaligus menjadi simbol komitmen kedua institusi untuk menjaga dan mengembangkan kerja sama akademik yang memberikan manfaat bagi program studi, dosen, dan mahasiswa.

Foto 8. Penyerahan sertifikat/dokumen penghargaan kepada Dr. Noermanzah, S.Pd., M.Pd. dalam sesi penutup kegiatan Lecturer Mobility di Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama pimpinan, narasumber, dosen, mahasiswa, dan peserta. Melalui Lecturer Mobility ini, Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Bengkulu tidak hanya mendiseminasikan praktik baik dalam pengembangan buku ajar berbasis literasi dan kurikulum berbasis OBE, tetapi juga memperkuat jejaring akademik dengan Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Universitas Negeri Makassar.
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi pijakan bagi lahirnya berbagai program kolaboratif yang lebih berkelanjutan dan berdampak, khususnya dalam peningkatan mutu pendidikan bahasa, pengembangan kurikulum, pembelajaran, penelitian, dan publikasi ilmiah di kedua perguruan tinggi.
