Busan, Korea Selatan — Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Bengkulu (UNIB) memperkuat jejaring akademik internasional melalui kerja sama dengan Department of Indonesian and Malay Studies, College of Asian Studies, Busan University of Foreign Studies (BUFS), Republic of Korea. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penandatanganan dokumen kerja sama, pelaksanaan riset bersama, Focus Group Discussion (FGD), uji coba bahan ajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), serta evaluasi dan revisi bahan ajar.
Penandatanganan Cooperation Agreement sebagai Landasan Kerja Sama
Rangkaian kegiatan diawali dengan penandatanganan Cooperation Agreement atau Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Faculty of Education and Teacher Training, University of Bengkulu dan College of Asian Studies, Busan University of Foreign Studies pada 8 September 2026. Penandatanganan dilaksanakan secara langsung di ruang Department of Indonesian and Malay Studies, College of Asian Studies, BUFS.
Cooperation Agreement tersebut ditandatangani atas nama FKIP Universitas Bengkulu oleh Abdul Rahman, S.Si., M.Si., Ph.D., selaku Dekan FKIP Universitas Bengkulu, yang pada pelaksanaan kegiatan di BUFS diwakili oleh Dr. Noermanzah, S.Pd., M.Pd. Sementara itu, dari College of Asian Studies, Busan University of Foreign Studies, kerja sama ditandatangani oleh Prof. Hyo Young LEE, Ph.D., selaku Dekan College of Asian Studies.
Kerja sama tersebut membuka ruang kolaborasi dalam bidang pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, termasuk berbagai kegiatan akademik yang melibatkan dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa dari kedua institusi. Dengan ruang lingkup tersebut, kerja sama UNIB dan BUFS diharapkan tidak berhenti pada aspek kelembagaan, tetapi diwujudkan melalui program akademik bersama yang memberikan manfaat bagi kedua perguruan tinggi.

Proses penandatanganan Cooperation Agreement antara FKIP Universitas Bengkulu dan College of Asian Studies, Busan University of Foreign Studies, 8 September 2026.

Dokumentasi setelah penandatanganan Cooperation Agreement antara FKIP Universitas Bengkulu dan College of Asian Studies BUFS.

Dokumentasi bersama dalam rangkaian penandatanganan kerja sama UNIB–BUFS.
Dilanjutkan dengan Penandatanganan IA Riset BIPA
Sebagai tindak lanjut konkret dari Cooperation Agreement, pada tanggal yang sama dilaksanakan penandatanganan Implementation Arrangement (IA) antara Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP Universitas Bengkulu dan Department of Indonesian and Malay Studies, College of Asian Studies, Busan University of Foreign Studies. IA tersebut secara khusus menjadi dasar pelaksanaan kerja sama riset mengenai efektivitas bahan ajar BIPA.
Dari Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Bengkulu, kerja sama riset diwakili oleh Dr. Noermanzah, S.Pd., M.Pd., selaku Ketua Riset. Adapun dari Department of Indonesian and Malay Studies, BUFS, kerja sama melibatkan Prof. Yekyoum KIM, Ph.D., selaku Ketua Department of Indonesian and Malay Studies, dan Ni Made Rieke Elitasari, S.S., M.A., sebagai perwakilan peneliti dari Department of Indonesian and Malay Studies.
Penandatanganan IA menjadi bagian penting dalam mengimplementasikan kerja sama pada tingkat program studi dan departemen. Melalui IA tersebut, kedua pihak memiliki landasan untuk menjalankan riset kolaboratif, khususnya dalam pengembangan dan pengujian bahan ajar bahasa Indonesia yang digunakan oleh pemelajar BIPA di Korea Selatan.

Dokumentasi bersama dalam rangkaian kerja sama Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UNIB dan Department of Indonesian and Malay Studies BUFS.

Penyerahan cendera mata dalam rangkaian kegiatan kerja sama antara Universitas Bengkulu dan Busan University of Foreign Studies.
FGD untuk Mematangkan Pelaksanaan Riset
Setelah penandatanganan dokumen kerja sama, kegiatan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) tim peneliti. FGD menjadi forum untuk mendiskusikan pelaksanaan penelitian dan penggunaan bahan ajar BIPA dalam konteks pembelajaran bahasa Indonesia di Korea Selatan.
Dalam kegiatan tersebut, tim peneliti membahas berbagai aspek penelitian, mulai dari implementasi bahan ajar, karakteristik mahasiswa, pelaksanaan pembelajaran, pengumpulan data, hingga evaluasi terhadap bahan ajar. Diskusi antara peneliti dari Universitas Bengkulu dan BUFS juga memberikan kesempatan untuk memperoleh perspektif yang lebih kontekstual mengenai kebutuhan mahasiswa Korea Selatan dalam mempelajari bahasa dan budaya Indonesia.
FGD memiliki posisi penting dalam penelitian kolaboratif ini karena bahan ajar yang dikembangkan tidak hanya dinilai dari perspektif pengembang, tetapi juga dikaji berdasarkan kondisi nyata pembelajaran bahasa Indonesia di Korea Selatan. Dengan demikian, hasil penelitian diharapkan dapat memberikan masukan empiris bagi penyempurnaan bahan ajar BIPA.

FGD dan evaluasi bahan ajar BIPA oleh tim peneliti sebagai bagian dari rangkaian riset kolaboratif UNIB–BUFS.
Bahan Ajar BIPA Diujicobakan kepada Mahasiswa Semester VII BUFS
Tahap utama penelitian dilaksanakan melalui uji coba bahan ajar BIPA kepada mahasiswa semester VII Department of Indonesian and Malay Studies, College of Asian Studies, BUFS. Dalam kegiatan pembelajaran, bahan ajar digunakan secara langsung untuk memberikan pengalaman belajar bahasa Indonesia yang terintegrasi dengan pengenalan budaya Indonesia, khususnya budaya Bengkulu.
Dalam implementasinya, mahasiswa mempelajari materi bahasa Indonesia melalui berbagai konteks budaya Bengkulu. Materi tidak hanya disampaikan melalui penjelasan, tetapi juga dikembangkan melalui aktivitas interaktif yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk membaca, mengamati, berdiskusi, menulis, serta menggunakan bahasa Indonesia secara produktif.

Implementasi bahan ajar BIPA berbasis budaya Bengkulu pada mahasiswa semester VII Department of Indonesian and Malay Studies, BUFS.

Penyampaian materi budaya Bengkulu dalam uji coba bahan ajar BIPA di kelas BUFS.
Kegiatan pembelajaran juga mengembangkan interaksi lintas budaya. Mahasiswa diajak memahami unsur budaya Bengkulu sekaligus menghubungkannya dengan pengetahuan dan pengalaman budaya Korea. Dalam salah satu kegiatan, mahasiswa menggunakan bahasa Indonesia untuk membandingkan unsur budaya Korea dan Bengkulu. Aktivitas tersebut memungkinkan pembelajaran bahasa berlangsung bersamaan dengan pengembangan pemahaman antarbudaya.
Selama proses uji coba, tim peneliti memberikan penjelasan dan penguatan materi serta melakukan pendampingan terhadap mahasiswa. Interaksi langsung antara peneliti dan mahasiswa memberikan kesempatan untuk mengamati bagaimana bahan ajar digunakan dalam pembelajaran nyata, sekaligus memperoleh informasi mengenai bagian-bagian materi yang mudah dipahami maupun yang masih memerlukan penyempurnaan.

Mahasiswa mempraktikkan penggunaan bahasa Indonesia dalam kegiatan pembelajaran berbasis budaya sebagai bagian dari uji coba bahan ajar BIPA.

Pendampingan mahasiswa selama kegiatan pembelajaran dan uji coba bahan ajar BIPA di BUFS.
Hasil Uji Coba Menjadi Dasar Revisi Bahan Ajar
Pelaksanaan penelitian tidak berakhir setelah uji coba di kelas. Tim peneliti selanjutnya melakukan diskusi, evaluasi, dan revisi bahan ajar BIPA. Hasil pengamatan selama pembelajaran dan masukan yang diperoleh dari proses implementasi digunakan untuk mengidentifikasi bagian bahan ajar yang perlu dipertahankan, dikembangkan, maupun disempurnakan.
Evaluasi mencakup materi, penggunaan bahasa, penyajian, aktivitas pembelajaran, keterbacaan, konteks budaya, serta kesesuaian bahan ajar dengan kebutuhan pemelajar bahasa Indonesia di Korea Selatan. Tahap revisi menjadi penting agar produk akhir penelitian memiliki dasar empiris dari penerapan langsung di kelas.

Diskusi tim peneliti mengenai hasil uji coba sebagai dasar evaluasi dan revisi bahan ajar BIPA.
Rangkaian penelitian tersebut menunjukkan bahwa kerja sama antara Universitas Bengkulu dan Busan University of Foreign Studies tidak hanya diwujudkan melalui penandatanganan dokumen kerja sama, tetapi langsung diimplementasikan dalam kegiatan akademik yang konkret. Mulai dari PKS, IA, FGD, implementasi bahan ajar di kelas, pendampingan mahasiswa, hingga evaluasi dan revisi bahan ajar, seluruh tahapan menjadi bagian dari upaya membangun kolaborasi riset internasional yang berkelanjutan.
Kerja sama ini sekaligus memperkuat peran Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Bengkulu dalam pengembangan dan internasionalisasi pembelajaran BIPA. Kehadiran bahan ajar yang diuji secara langsung kepada mahasiswa di Korea Selatan memberikan peluang untuk menghasilkan produk pembelajaran yang tidak hanya berbasis pada teori dan konteks Indonesia, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan nyata pemelajar asing. Melalui kolaborasi dengan Department of Indonesian and Malay Studies, College of Asian Studies, BUFS, Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Bengkulu berharap kerja sama dapat terus dikembangkan dalam bentuk penelitian bersama, publikasi ilmiah, pengembangan bahan ajar BIPA, pertukaran pengetahuan dan pengalaman akademik, serta kegiatan pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan turut memperluas jejaring internasional Universitas Bengkulu sekaligus berkontribusi terhadap pengembangan pembelajaran dan penyebarluasan bahasa Indonesia di tingkat global.
