Bengkulu, Rabu, 24 Juni 2026. Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Bengkulu (UNIB) menyelenggarakan Workshop Penyusunan Kurikulum Program Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Berbasis Outcome-Based Education (OBE) Tahun 2026, Rabu, 24 Juni 2026, pukul 08.00–13.00 WIB. Workshop menghadirkan Prof. Dr. Sarwiji Suwandi, M.Pd., Guru Besar Universitas Sebelas Maret (UNS) sekaligus Ketua Umum Ikatan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Ikaprobsi), sebagai narasumber utama.
Kegiatan dilaksanakan secara blended, yaitu secara luring di Ruang Internasional, Lantai 2, Laboratorium FKIP Universitas Bengkulu, serta secara daring melalui Zoom Cloud Meeting. Untuk memperluas akses dan diseminasi kegiatan, workshop juga disiarkan secara langsung melalui YouTube. Format ini memungkinkan keterlibatan narasumber, pimpinan fakultas, pengelola program studi, dosen, pengguna lulusan/stakeholders, alumni, dan mahasiswa dalam proses peninjauan dan pengembangan Kurikulum Program Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Tahun 2026.
Saksikan rekaman Workshop Kurikulum OBE Magister Pendidikan Bahasa Indonesia UNIB di YouTube
Foto 1. Prof. Dr. Iwan Setiawan, S.Si., M.Sc., Wakil Dekan Bidang Akademik FKIP Universitas Bengkulu, menyampaikan sambutan sekaligus membuka Workshop Penyusunan Kurikulum Program Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Berbasis OBE Tahun 2026.
Kurikulum Harus Adaptif terhadap Perkembangan Keilmuan dan Kebutuhan Pengguna
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan pembukaan yang dipandu oleh Dr. Nafri Yanti, M.Pd. Setelah menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, Koordinator Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia, Dr. Irma Diani, M.Hum., menyampaikan sambutan. Workshop selanjutnya dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan Bidang Akademik FKIP Universitas Bengkulu, Prof. Dr. Iwan Setiawan, S.Si., M.Sc., dan rangkaian pembukaan diakhiri dengan doa.
Penyelenggaraan workshop menjadi bagian penting dari upaya Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UNIB untuk melakukan evaluasi dan pengembangan kurikulum secara sistematis. Kurikulum tidak hanya perlu mengikuti perkembangan keilmuan pendidikan bahasa dan sastra Indonesia, tetapi juga harus mampu merespons kebutuhan mahasiswa, pengguna lulusan, perkembangan profesi, dan tuntutan dunia kerja. Karena itu, paradigma OBE ditempatkan sebagai landasan dalam mengarahkan proses pendidikan pada ketercapaian kompetensi lulusan yang jelas, terukur, dan relevan.

Foto 2. Narasumber, pimpinan fakultas, pengelola program studi, dosen, pengguna/stakeholders, alumni, dan mahasiswa mengikuti Workshop Penyusunan Kurikulum Program Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Berbasis OBE Tahun 2026 melalui Zoom Cloud Meeting.
Pengguna Lulusan, Dosen, Alumni, dan Mahasiswa Dilibatkan dalam FGD
Salah satu agenda penting workshop adalah Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan pengguna lulusan/stakeholders, dosen, alumni, dan mahasiswa. Pengguna lulusan dan pemangku kepentingan eksternal yang terlibat dalam kegiatan tersebut adalah Dina Juni Putri Astuti, M.Pd., Ketua Program Studi Tadris Bahasa Indonesia UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, serta Astuti, M.Pd., Kepala SMPIT Iqra’ Bengkulu. Selain itu, kegiatan melibatkan 16 dosen, alumni, dan mahasiswa sebagai pemangku kepentingan internal program studi.

Foto 3. Dr. Noermanzah, S.Pd., M.Pd. memandu penggalian masukan dari pengguna/stakeholders melalui Instrumen Analisis Kebutuhan Stakeholder sebagai bagian dari penyusunan Kurikulum Program Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UNIB berbasis OBE Tahun 2026.
Melalui FGD dan Instrumen Analisis Kebutuhan Stakeholder, program studi menggali berbagai masukan yang diperlukan untuk penyempurnaan kurikulum. Pembahasan diarahkan antara lain pada kompetensi yang dibutuhkan lulusan, kompetensi yang masih perlu diperkuat pada lulusan baru, profil lulusan yang diharapkan, profesi masa depan, tingkat tanggung jawab lulusan, serta kebutuhan dan perkembangan dunia kerja.
Pelibatan pemangku kepentingan tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan kurikulum berbasis OBE. Masukan dari pengguna lulusan, dosen, alumni, dan mahasiswa selanjutnya dapat digunakan sebagai salah satu dasar dalam meninjau profil lulusan, Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), bahan kajian, mata kuliah, serta struktur kurikulum. Dengan cara ini, kurikulum yang dihasilkan diharapkan tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan nyata masyarakat dan pengguna lulusan.
Sarwiji Suwandi Tinjau Kurikulum Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Berbasis OBE
Agenda utama workshop dilanjutkan dengan peninjauan Kurikulum Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia berbasis OBE oleh Prof. Dr. Sarwiji Suwandi, M.Pd. Sesi tersebut dipandu oleh Dr. Noermanzah, S.Pd., M.Pd. sebagai moderator. Sebagai Guru Besar Universitas Sebelas Maret sekaligus Ketua Umum Ikaprobsi, Sarwiji memberikan perspektif akademik dan masukan terhadap arah pengembangan kurikulum pendidikan bahasa Indonesia pada jenjang magister.

Foto 4. Prof. Dr. Sarwiji Suwandi, M.Pd., Guru Besar Universitas Sebelas Maret sekaligus Ketua Umum Ikaprobsi, memberikan materi dan telaah terhadap pengembangan Kurikulum Program Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Bengkulu berbasis OBE.
Dalam sesi peninjauan, pembahasan menempatkan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) sebagai komponen sentral dalam pengembangan kurikulum program studi. Kurikulum berbasis OBE perlu menunjukkan hubungan yang jelas antara kompetensi yang diharapkan dari lulusan dengan bahan kajian, mata kuliah, proses pembelajaran, dan asesmen. Dengan demikian, kurikulum tidak berhenti sebagai struktur mata kuliah, tetapi menjadi rancangan pendidikan yang diarahkan secara sistematis pada pencapaian outcomes lulusan.

Foto 5. Prof. Dr. Sarwiji Suwandi, M.Pd. menjelaskan Standar Kompetensi Lulusan dan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), termasuk pentingnya keterlibatan pemangku kepentingan dalam reorientasi kurikulum program studi.
Pembahasan juga menegaskan pentingnya keterlibatan pemangku kepentingan dalam merumuskan dan meninjau kompetensi lulusan. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, keterampilan spesifik, kecakapan umum, kesiapan menghadapi dunia kerja atau melanjutkan studi, serta kemampuan intelektual untuk berpikir secara mandiri dan kritis menjadi aspek yang perlu diperhatikan dalam merumuskan capaian lulusan. Karena itu, masukan dari dunia pendidikan, pengguna lulusan, alumni, mahasiswa, asosiasi program studi, dan perkembangan keilmuan menjadi bagian penting dalam reorientasi kurikulum.
Melalui sesi tersebut, tim pengembang kurikulum memperoleh masukan untuk memperkuat keselarasan antara profil lulusan, CPL, bahan kajian, struktur mata kuliah, pembelajaran, dan asesmen. Keselarasan antarkomponen tersebut menjadi penting agar implementasi OBE benar-benar dapat diterapkan sampai pada proses pembelajaran dan pengukuran ketercapaian kompetensi mahasiswa.
Workshop Menjadi Langkah Strategis Penyempurnaan Kurikulum 2026
Workshop selama lima jam tersebut menjadi forum akademik strategis bagi Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UNIB untuk memperoleh masukan dari berbagai pihak. Hasil FGD bersama pengguna lulusan, dosen, alumni, dan mahasiswa serta telaah akademik dari narasumber menjadi bahan untuk melakukan penyempurnaan Kurikulum Program Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Tahun 2026 sebelum diimplementasikan.

Foto 6. Penyerahan sertifikat penghargaan secara simbolis kepada Prof. Dr. Sarwiji Suwandi, M.Pd. sebagai narasumber utama Workshop Penyusunan Kurikulum Program Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Berbasis OBE Tahun 2026 oleh Wakil Dekan Bidang Akademik FKIP Universitas Bengkulu.
Pada penghujung kegiatan, Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Bengkulu memberikan sertifikat penghargaan kepada Prof. Dr. Sarwiji Suwandi, M.Pd. sebagai narasumber. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Dekan Bidang Akademik FKIP Universitas Bengkulu sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi narasumber dalam memberikan telaah dan masukan bagi pengembangan kurikulum program studi.
Melalui workshop ini, Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Bengkulu menegaskan komitmennya untuk mengembangkan kurikulum yang berorientasi pada capaian, relevan dengan kebutuhan pemangku kepentingan, responsif terhadap perkembangan keilmuan, dan mendukung peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan. Keterlibatan pimpinan, pakar eksternal, asosiasi program studi, pengguna lulusan, dosen, alumni, dan mahasiswa diharapkan menjadi fondasi yang kuat bagi implementasi Kurikulum Program Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Berbasis OBE Tahun 2026.
