Bengkulu, 30 Oktober 2024 — Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia melalui Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Bengkulu sukses menyelenggarakan The 1st International Seminar on the Language Teaching, Linguistics, Literature, and Art (INSEOLETA) pada Rabu, 30 Oktober 2024. Seminar internasional perdana ini mengangkat tema “Interdisciplinary and Multidisciplinary Studies in the Teaching of Languages, Literature, and Arts in Digital Era” dan dilaksanakan secara hibrida di Dean Hall FKIP Universitas Bengkulu dan melalui Zoom.
INSEOLETA menjadi forum akademik internasional yang mempertemukan akademisi, peneliti, dosen, mahasiswa, dan praktisi untuk mendiskusikan perkembangan mutakhir dalam pengajaran bahasa, linguistik, sastra, dan seni. Pendekatan interdisipliner dan multidisipliner menjadi perhatian utama dalam seminar ini seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi digital yang membawa perubahan terhadap proses pendidikan, penelitian, dan pengembangan keilmuan.
Pembukaan INSEOLETA 2024
Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Panitia INSEOLETA, Dr. Noermanzah, M.Pd. Dalam sambutannya, Ketua Panitia menyampaikan pengantar mengenai pelaksanaan seminar serta pentingnya forum ilmiah internasional sebagai ruang untuk mempertemukan berbagai perspektif keilmuan dalam pengajaran bahasa, linguistik, sastra, dan seni. Pelaksanaan seminar secara hibrida juga membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi narasumber dan peserta dari berbagai daerah maupun negara.

Gambar 1. Ketua Panitia Dr. Noermanzah, M.Pd. menyampaikan sambutan pada pembukaan INSEOLETA 2024.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni FKIP Universitas Bengkulu, Dr. Irma Diani, M.Hum. Kehadiran seminar internasional ini menjadi bagian penting dari pengembangan atmosfer akademik di lingkungan Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni sekaligus memperluas ruang interaksi ilmiah dengan akademisi dari perguruan tinggi nasional dan internasional.

Gambar 2. Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni FKIP Universitas Bengkulu, Dr. Irma Diani, M.Hum., menyampaikan sambutan pada pembukaan INSEOLETA 2024.
Selanjutnya, Wakil Dekan Bidang Akademik FKIP Universitas Bengkulu, Prof. Dr. Iwan Setiawan, S.Si., M.Sc., memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi kegiatan INSEOLETA 2024. Pelaksanaan seminar internasional tersebut diharapkan dapat memperkuat budaya akademik, penelitian, publikasi ilmiah, dan jejaring kerja sama akademik FKIP Universitas Bengkulu dengan berbagai institusi di dalam maupun luar negeri.

Gambar 3. Wakil Dekan Bidang Akademik FKIP Universitas Bengkulu, Prof. Dr. Iwan Setiawan, S.Si., M.Sc., memberikan sambutan sekaligus membuka INSEOLETA 2024 secara resmi.
Delapan Keynote Speakers dari Indonesia dan Luar Negeri
Salah satu kekuatan utama INSEOLETA 2024 adalah keterlibatan delapan keynote speakers yang berasal dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia dan luar negeri. Para narasumber tersebut adalah Prof. Koh Young Hun, Ph.D. dari Hankuk University of Foreign Studies, Republic of Korea; Prof. Emi Emilia, M.Ed., Ph.D. dari Universitas Pendidikan Indonesia; Dr. Shanina Bt Sharatol Ahmad Shah dari Universiti Malaya, Malaysia; Prof. Safnil, M.A., Ph.D. dari Universitas Bengkulu; Rimajon Sotlikova, Ph.D. dari Webster University in Tashkent, Uzbekistan; Prof. Dr. Ninuk Lustyantie, M.Pd. dari Universitas Negeri Jakarta; Michelle Dally, M.A. dari University of Limerick, Irlandia; dan Prof. Dr. Arono, M.Pd. dari Universitas Bengkulu.
Sesi presentasi dan diskusi para keynote speakers dipandu oleh Prof. Dr. Wisma Yunita, M.Pd. sebagai moderator. Beragam latar belakang keilmuan dan institusi para narasumber membuat diskusi INSEOLETA menghadirkan perspektif yang luas mengenai tantangan dan peluang pengajaran bahasa, linguistik, sastra, dan seni pada era digital.
Dalam pemaparannya, Prof. Koh Young Hun, Ph.D. dari Hankuk University of Foreign Studies, Republic of Korea, antara lain membahas penerapan flipped learning dalam pembelajaran bahasa. Materi tersebut menyoroti dukungan bahan pembelajaran digital, seperti e-book dan video, serta penggunaan perangkat digital sebagai bagian dari pembelajaran.

Gambar 4. Prof. Koh Young Hun, Ph.D. dari Hankuk University of Foreign Studies, Republic of Korea, menyampaikan materi secara daring pada INSEOLETA 2024.
Sementara itu, Prof. Emi Emilia, M.Ed., Ph.D. dari Universitas Pendidikan Indonesia turut memberikan perspektif akademik dalam sesi utama seminar. Kehadiran akademisi dari berbagai disiplin dan perguruan tinggi tersebut memperkaya pembahasan mengenai inovasi pengajaran bahasa dalam menghadapi perubahan karakteristik pembelajaran pada era digital.

Gambar 5. Prof. Emi Emilia, M.Ed., Ph.D. dari Universitas Pendidikan Indonesia menyampaikan materi dalam sesi keynote speakers INSEOLETA 2024.
Persoalan penulisan dan penelitian akademik juga menjadi bagian dari pembahasan seminar. Prof. Safnil, M.A., Ph.D. dari Universitas Bengkulu menyampaikan materi bertajuk “Arguments in Research Articles”. Materi tersebut memperkuat dimensi akademik INSEOLETA, khususnya dalam pengembangan kemampuan penelitian dan penulisan artikel ilmiah di bidang bahasa dan pendidikan.

Gambar 6. Prof. Safnil, M.A., Ph.D. dari Universitas Bengkulu menyampaikan materi “Arguments in Research Articles” pada INSEOLETA 2024.
Isu kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dalam pendidikan turut mendapat perhatian. Rimajon Sotlikova, Ph.D. dari Webster University in Tashkent, Uzbekistan, menyampaikan materi “AI in Language Teaching and Learning”. Pembahasan tersebut menunjukkan bahwa perkembangan AI telah menjadi bagian penting dari diskursus pembelajaran bahasa dan perlu direspons secara akademis melalui inovasi pembelajaran yang relevan dengan perkembangan teknologi.

Gambar 7. Rimajon Sotlikova, Ph.D. dari Webster University in Tashkent, Uzbekistan, menyampaikan materi “AI in Language Teaching and Learning” secara daring.
Selanjutnya, Prof. Dr. Ninuk Lustyantie, M.Pd. dari Universitas Negeri Jakarta membahas berbagai aspek pembelajaran abad ke-21, termasuk kompetensi yang diperlukan peserta didik dalam menghadapi perkembangan pendidikan kontemporer. Pembahasan mengenai The 6 C’s of Education turut memperkuat diskusi tentang pentingnya pengembangan kompetensi abad ke-21 dalam proses pendidikan.

Gambar 8. Prof. Dr. Ninuk Lustyantie, M.Pd. dari Universitas Negeri Jakarta menyampaikan materi secara daring dalam INSEOLETA 2024.
Adapun Prof. Dr. Arono, M.Pd. dari Universitas Bengkulu menyampaikan materi berjudul “Innovation and Inclusivity in Language Teaching: Welcoming Era 5.0 with a Multicultural and Technological Approach”. Materi tersebut mengangkat pentingnya inovasi dan inklusivitas dalam pembelajaran bahasa melalui pendekatan multikultural dan teknologi dalam menghadapi Era 5.0.

Gambar 9. Prof. Dr. Arono, M.Pd. dari Universitas Bengkulu menyampaikan materi tentang inovasi dan inklusivitas pembelajaran bahasa dalam menghadapi Era 5.0.
Kehadiran Dr. Shanina Bt Sharatol Ahmad Shah dari Universiti Malaya, Malaysia, dan Michelle Dally, M.A. dari University of Limerick, Irlandia, semakin memperkuat dimensi internasional seminar. Keterlibatan akademisi dari Republic of Korea, Malaysia, Uzbekistan, Irlandia, dan Indonesia menunjukkan bahwa persoalan pengajaran bahasa, linguistik, sastra, dan seni di era digital membutuhkan dialog akademik lintas disiplin sekaligus lintas negara.
Pemakalah Pendamping Turut Meramaikan Forum Akademik
Setelah sesi keynote speakers, kegiatan dilanjutkan dengan presentasi dan diskusi para pemakalah pendamping dari berbagai instansi di Indonesia. Sesi ini memberikan kesempatan kepada para akademisi dan peneliti untuk mempresentasikan hasil penelitian, gagasan ilmiah, dan kajian mereka serta memperoleh masukan melalui diskusi akademik.
Forum tersebut sekaligus memperluas ruang diseminasi hasil penelitian dan pertukaran pengetahuan di antara peserta. Interaksi antara keynote speakers, pemakalah, peserta, dosen, dan mahasiswa menjadi bagian penting dalam membangun jejaring akademik serta mendorong munculnya berbagai gagasan baru dalam bidang pengajaran bahasa, linguistik, sastra, dan seni.
Perkuat Internasionalisasi dan Budaya Akademik
Penyelenggaraan INSEOLETA 2024 memiliki arti strategis bagi Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia, Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, dan FKIP Universitas Bengkulu. Selain menjadi ruang diseminasi keilmuan, seminar ini mempertemukan akademisi dari berbagai perguruan tinggi nasional dan internasional serta membuka peluang bagi pengembangan jejaring akademik dan kolaborasi pada masa mendatang.
Tema interdisipliner dan multidisipliner yang diangkat juga menegaskan bahwa transformasi digital tidak dapat direspons hanya dari satu bidang ilmu. Pengajaran bahasa, linguistik, sastra, dan seni membutuhkan keterhubungan dengan teknologi, literasi digital, kecerdasan artifisial, multikulturalisme, penelitian, dan kompetensi abad ke-21.
Kegiatan kemudian diakhiri dengan rangkaian penutupan dan dokumentasi bersama. Antusiasme peserta, narasumber, dan panitia menjadi bagian penting dari suksesnya penyelenggaraan seminar internasional perdana tersebut.

Gambar 10. Pimpinan, narasumber, panitia, dan peserta berfoto bersama dalam rangkaian The 1st International Seminar on the Language Teaching, Linguistics, Literature, and Art (INSEOLETA), Dean Hall FKIP Universitas Bengkulu, 30 Oktober 2024.
Melalui penyelenggaraan The 1st INSEOLETA 2024, Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia melalui Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni FKIP Universitas Bengkulu menunjukkan komitmennya dalam membangun forum akademik yang terbuka, kolaboratif, dan berorientasi internasional. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi fondasi bagi keberlanjutan INSEOLETA sebagai forum ilmiah internasional sekaligus mendorong semakin kuatnya kolaborasi dalam bidang pengajaran bahasa, linguistik, sastra, dan seni pada era digital.
