Serang — Dosen Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Bengkulu berpartisipasi dalam Seminar dan Rapat Tahunan (Semirata) BKS-PTN Wilayah Barat Bidang Bahasa, Seni, dan Budaya Tahun 2025 yang dilaksanakan di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Banten, pada 3–4 Oktober 2025. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk diseminasi hasil penelitian sekaligus memperkuat jejaring dan implementasi kerja sama antarperguruan tinggi negeri di wilayah barat Indonesia.
Salah satu agenda utama Semirata adalah The 3rd International Seminar on Language, Literature, Education, Arts, and Culture (ISOLLEAC 3) yang diselenggarakan oleh FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Seminar internasional tersebut mengangkat tema “Language, Identity, Culture, and Globalization: Positioning Indonesian, Malay, and English in the 21st Century.”
Tema tersebut menjadi ruang diskusi akademik mengenai perkembangan bahasa dan budaya di tengah arus globalisasi. Peserta memperoleh wawasan mengenai posisi dan perkembangan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, bahasa daerah sebagai bagian dari identitas dan kekayaan budaya bangsa, serta bahasa Inggris sebagai bahasa internasional. Diskusi juga menguatkan pentingnya perguruan tinggi mengambil peran strategis dalam menjaga identitas kebahasaan dan kebudayaan sekaligus merespons perubahan global.

Foto 1. Dosen Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Bengkulu bersama peserta pada kegiatan ISOLLEAC 3 Tahun 2025 di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
Tiga Dosen MPBI UNIB Presentasikan Hasil Penelitian
Partisipasi Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Bengkulu tidak hanya diwujudkan melalui kehadiran dalam seminar, tetapi juga melalui diseminasi hasil penelitian. Tiga dosen tampil sebagai pemakalah pendamping dan mempresentasikan hasil penelitian sesuai bidang kepakaran masing-masing.
Dr. Irma Diani, M.Hum. mempresentasikan makalah berjudul “Violations and Compliance with Indonesian Language Education Students’ Politeness in Classroom Learning and Politeness Models.” Penelitian tersebut membahas pelanggaran dan pematuhan kesantunan berbahasa mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia dalam pembelajaran serta pengembangan model kesantunan.

Foto 2. Dr. Irma Diani, M.Hum. mempresentasikan hasil penelitian sebagai pemakalah pendamping pada ISOLLEAC 3 Tahun 2025.
Dr. Noermanzah, S.Pd., M.Pd. mempresentasikan makalah berjudul “The Implementation of Genre Pedagogy Method in Critical Discourse Analysis Learning for Students of the Master of Indonesian Language Education.” Makalah tersebut mengangkat implementasi metode pedagogi genre dalam pembelajaran Analisis Wacana Kritis bagi mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia.

Foto 3. Dr. Noermanzah, S.Pd., M.Pd. menyampaikan makalah tentang implementasi pedagogi genre dalam pembelajaran Analisis Wacana Kritis.
Sementara itu, Dr. Nafri Yanti, M.Pd. mempresentasikan makalah berjudul “How AI Technology Helps Lecturers Increase Student Motivation to Participate in the Learning Process?” Penelitian ini membahas pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk membantu dosen meningkatkan motivasi dan partisipasi mahasiswa dalam proses pembelajaran.

Foto 4. Dr. Nafri Yanti, M.Pd. mempresentasikan hasil penelitian mengenai pemanfaatan teknologi AI dalam meningkatkan motivasi mahasiswa.
Keterlibatan ketiga dosen sebagai pemakalah menjadi bagian penting dari upaya Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Bengkulu dalam mendiseminasikan hasil penelitian kepada komunitas akademik yang lebih luas. Forum tersebut sekaligus memberikan kesempatan untuk bertukar gagasan, memperoleh masukan akademik, dan membangun peluang penelitian kolaboratif dengan akademisi dari perguruan tinggi lain.

Foto 5. Foto bersama dosen dan peserta setelah sesi presentasi dan diskusi ilmiah dalam rangkaian ISOLLEAC 3 Tahun 2025.
Implementasikan Kerja Sama MPBI UNIB dan Untirta
Semirata BKS-PTN Wilayah Barat Tahun 2025 juga menghasilkan langkah konkret dalam penguatan kerja sama kelembagaan. Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Bengkulu mengimplementasikan kerja sama melalui Implementation Arrangement (IA) dengan Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
Implementasi kerja sama tersebut diwujudkan melalui presentasi luaran penelitian dalam kegiatan seminar internasional ISOLLEAC 3 Tahun 2025. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kerja sama antarlembaga tidak hanya berhenti pada dokumen formal, tetapi ditindaklanjuti melalui aktivitas akademik yang terukur dan memberikan manfaat bagi kedua program studi.
Ke depan, kolaborasi tersebut berpeluang diperluas dalam berbagai kegiatan tridarma perguruan tinggi, seperti penelitian bersama, publikasi ilmiah, dosen tamu, kuliah kolaboratif, pengembangan pembelajaran, seminar internasional, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Semirata 2026 Disepakati Digelar di Universitas Riau
Selain seminar internasional, rangkaian kegiatan diisi dengan Rapat Pimpinan BKS-PTN Wilayah Barat Bidang Bahasa, Seni, dan Budaya Tahun 2025. Rapat membahas keberlanjutan program, penguatan jejaring, dan arah kolaborasi perguruan tinggi negeri di wilayah barat Indonesia.
Salah satu hasil penting rapat adalah kesepakatan bahwa Semirata BKS-PTN Wilayah Barat Bidang Bahasa, Seni, dan Budaya Tahun 2026 akan dilaksanakan di Universitas Riau.
Rapat juga menghasilkan komitmen agar PTN Wilayah Barat, khususnya yang bergerak dalam bidang bahasa, sastra, seni, dan budaya, semakin aktif mengambil peran dalam memperkuat identitas nasional. Upaya tersebut dapat diwujudkan melalui penyelenggaraan seminar ilmiah, penelitian, pengajaran kolaboratif, serta berbagai kompetisi di bidang bahasa dan sastra yang melibatkan bahasa Indonesia, bahasa daerah, maupun bahasa asing.
Kolaborasi BKS-PTN Wilayah Barat juga diarahkan agar tidak terbatas pada seminar internasional dan perlombaan. Perguruan tinggi anggota didorong meningkatkan kerja sama dalam pendidikan dan pengajaran serta penelitian, termasuk penelitian kolaboratif, diseminasi hasil penelitian, publikasi bersama, dan berbagai program akademik lintas perguruan tinggi.
Memperkuat Internasionalisasi dan Mutu Program Studi
Keikutsertaan dosen Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Bengkulu dalam Semirata BKS-PTN Wilayah Barat dan ISOLLEAC 3 Tahun 2025 memberikan manfaat strategis bagi pengembangan program studi. Selain menjadi sarana diseminasi hasil penelitian, kegiatan ini memperluas jejaring akademik, meningkatkan rekognisi dosen, memperkuat implementasi kerja sama, serta membuka peluang kolaborasi dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.
Partisipasi tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Bengkulu untuk terus mengembangkan pendidikan bahasa dan sastra Indonesia yang responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, budaya, dan tantangan global. Melalui jejaring BKS-PTN Wilayah Barat, Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Bengkulu diharapkan semakin aktif membangun kolaborasi antarlembaga dalam pengajaran, penelitian, publikasi ilmiah, seminar internasional, dan pengembangan bahasa, sastra, seni, serta budaya. Kolaborasi yang berkelanjutan tersebut diharapkan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan mutu program studi sekaligus memperkuat daya saing akademik pada tingkat nasional dan internasional.
